Feeds:
Posts
Comments

1 januari 2010…

010110.. hmmm biner. Seperti hidup-mati, ya-tidak, siang-malam, baik-buruk. 0 dan 1 adalah dasar dari semuanya.

Saya sempat berbincang dengan teman ketika mampir ke toko buku sambil menunggu pemutaran “Sherlock Holmes” di Plaza Semanggi beberapa jam yang lalu. Kami membicarakan tentang pilihan hidup. Dia berperndapat bahwa tidak hanya ada dua pilihan, tetapi ada banyak pilihan dalam kehidupan. Misalnya ada hitam, putih, dan abu2. Pembicaraan ini bermulai disaat saya membaca buku Recto Verso (Dewi Lestari) yang mengingatkan saya ada kata-kata yang menarik ketika saya membaca tulisan dalam blog pribadinya. Ini berbunyi “Dunia jasad dan dunia roh, dunia amteri dan dunia energi; hanyalah dua sisi dari koin yang sama…”. Yah, memang ada hal yang “abu-abu” ketika membalikkan koin dari sisi yang satu ke sisi yang lain. Itu adalah proses. Namun, pada akhirnya berakhir pada keadaan koin di sisi yang satu atau di sisi yang lain. Seperti dalam pengambilan keputusan, selalu berakhir pada YA atau TIDAK. Setuju tidak? Ya dan tidak mampir dalam benak ketika satu dari beberapa pilihan telah diambil. Seperti mengerjakan soal ujian pilihan ganda ketika sekolah dulu. Apakah benar A adalah jawabannya? atau bukan A? Jika A bukan jawabannya, apakah B? Jika bukan B, apakah C?

Jika perbincangan ini terus dibahas, maka satu malam saja tidak akan cukup untuk melihat siapa yang benar dan salah. Sebenarnya tidak ada yang salah antara pilihan B-S (benar-salah) atau PG (pilihan ganda). Toh ini adalah cara bagaimana orang melihat hidup. Perbedaan cara pandang ini adalah hal yang menarik dari kehidupan manusia. Dan manusia adalah makhluk yang paling “AMAZING” dengan pemikiran yang rumit…

By the way, I had a great afternoon when having a coffee conversation with this man. I was glad to let another knows what I think about something, about how I see life itself. Thanks my friend, for your time and for trying to understand who I am…

I was glad, finally I can make others memories to “zip” the old one.

Hmmm… It’s a new year… Time to think about resolutions or targets I have to achieve this year. What are they? Here’s the list:

  • Success in Carrier
  • Get a better relationships with my beloved family
  • Lebih menjaga hubungan pertemanan dan persahabatan, serta jenis hubungan lainnya
  • Saving for future (lebih berhemat ^_^)
  • Berdonor darah
  • Berusaha untuk selalu berusaha tanpa menyerah
  • Think more positive
  • Makin menghargai hidup
  • Find my own happiness

Target-target ini tidak terlalu muluk kan?

My preyer this night is Semoga Anda, saudara, sahabat, teman selalu berbahagia dalam kehidupan ini…

Happy New Year, everybody ^.^

Obsesi yang Buruk

ob·se·si /obsési/ n Psi gangguan jiwa berupa pikiran yg selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan: mencari jalan ke Kepulauan Nusantara merupakan — bagi orang Eropa pd abad ke-15;
ter·ob·se·si v kena obsesi

(Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Ketika suatu keinginan menjadi sebuah obsesi, itu menjadi penyakit.  Sakit jiwa… Sulit untuk melihat seseorang apakah terjangkit karena penyakit ini merupakan penyakit kejiwaan.

Obsesi tidak datang begitu saja. Obsesi terjadi ketika keinginan yang berusaha diwujudkan kemudian gagal ditengah jalan. Rasa penasaran membuatnya ingin berusaha dan berusaha lagi. Dan dari usahanya itu kegagalan dan kegagalan lagi yang didapat. Depresi dan akhirnya menggunakan segala cara untuk mendapatkan keinginan tersebut, menjadi bentuk gangguan kejiwaan yang dinamakan Obsesi.

Memang, semua obsesi tidak lah selalu buruk. Pada tahap yang awal, obsesi menjadi baik karena akan terus mendorong seseorang untuk mendapatkan tujuannya. Tetapi jika obsesi itu sudah sangat-sangat parah, obsesi akan memicu penyakit jiwa yang lebih parah, misalnya seperti skizofrenia.

Hmmm… Jika terobsesi pada sesuatu yang memang dapat diraih obsesi masih bisa diobati dengan mudah. Tetapi jika terobsesi pada sesuatu  yang tidak dapat diraih, seperti misalnya mengharapkan cinta dari seseorang yang tidak mungkin memberikannya, orang ini akan sangat sulit untuk menjadi normal.

Semoga saja obsesi yang dialami adalah bukan OBSESI YANG BURUK….

Sinetron ternyata juga bisa terjadi di kehidupan nyata. Bedanya, sinetron kebanyakan berakhir dengan bahagia, Happily ever after; sedangkan di kehidupan nyata, tak semuanya berakhir dengan bahagia…

Mimpi adalah hal yang membuat manusia tetap hidup. Sekarang, mimpi-mimpiku, atau mungkin lebih tepatnya impian-impianku sangat menyenangkan. Ada beberapa yang menjadi kenyataan, walau konsekuensi dari terjadinya peristiwa itu adalah sesuatu yang tidak menyenangkan.
Dan sebagian yang belum jadi nyata, masih merupakan mimpi yang menyenangkan… Dan semoga saja akhir kisahnya sama dengan akhir cerita sinetron ^_^

While waiting a miracle to come, what I should do is dreaming…

Older Posts »